Mengatasi Multiple Sclerosis dengan CAR T Cell Therapy
Pada usia 49 tahun, Jan Janisch-Hanzlik menghadapi kenyataan bahwa multiple sclerosis yang dialaminya semakin menghancurkan kebebasannya untuk menjalani hidup seperti yang diinginkan. Ia terpaksa meninggalkan pekerjaan aktif sebagai perawat dan beralih ke pekerjaan di balik meja. Ia juga takut membawa cucunya karena sering jatuh dan harus pindah ke rumah yang lebih besar untuk mempersiapkan diri jika suatu saat harus menggunakan kursi roda secara penuh.
Tidak Ada Perbaikan dengan Obat yang Tersedia
Janisch-Hanzlik khawatir bahwa gejala-gejala yang dialaminya hanya akan semakin parah karena obat-obatan yang tersedia tidak membawa perbaikan signifikan. Oleh karena itu, ketika ia mengetahui tentang percobaan CAR T cell therapy di Pusat Medis Universitas Nebraska di Omaha, dekat kota Blair tempatnya tinggal, ia menelepon klinik setiap dua bulan sekali sampai mereka siap mendaftarkannya sebagai pasien pertama.
CAR T cell therapy awalnya dirancang untuk menarget dan menghancurkan sel kanker dengan mereprogram sel kekebalan tubuh pasien. Sekarang, terapi ini ditawarkan kepada pasien dalam ratusan uji klinis untuk kondisi autoimun seperti multiple sclerosis, lupus, penyakit Graves, vaskulitis, dan banyak lainnya. Harapannya adalah CAR T dapat mengulangi kesuksesannya dalam mengobati berbagai jenis kanker darah dengan berburu dan menghilangkan sel-sel yang menyerang diri sendiri dalam penyakit autoimun. Ini secara efektif akan mengatur ulang pertahanan tubuh ke keadaan seperti sebelum penyakit tersebut mulai berkembang.