TPST Bantargebang Dinobatkan sebagai Penyumbang Emisi Gas Metana Terbesar Kedua di Dunia

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, dinyatakan sebagai salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia, dengan 6,3 ton per jam.

Apa itu Gas Metana?

Metana merupakan senyawa hidrokarbon fraksi ringan yang mempunyai karakteristik mudah terbakar. Gas metana biasa digunakan dalam pembuatan gas alam atau LNG (Liquid Natural Gas) dan bisa difungsikan sebagai pembangkit listrik.

Apakah Gas Metana Berbahaya?

Gas metana tidak beracun, namun jika mengalami tekanan dengan konsentrasi tinggi, akan menimbulkan ledakan yang besar. Selain itu, gas metana yang menumpuk juga bisa menjadi ancaman serius jika menumpuk dalam jumlah besar, terutama karena potensi kebakaran yang dapat diakibatkan.

TPST Bantargebang dalam Sorotan

TPST Bantargebang sempat menjadi sorotan nasional setelah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap tumpukan sampah di TPST Bantargebang sudah mencapai ketinggian setara gedung 16 hingga 20 lantai.

Ia menyoroti lambatnya penanganan masalah ini, serta mengklaim bisa menyelesaikannya dalam waktu satu tahun jika diberikan kewenangan penuh.

Penyebab Emisi Gas Metana di TPST Bantargebang

Emisi gas metana di TPST Bantargebang disebabkan oleh proses dekomposisi bahan organik mikroorganisme di lingkungan kurang oksigen. Selain itu, satelit juga mengidentifikasi 35 gumpalan gas metana berskala besar dengan keseluruhan data diperoleh dari hasil pengamatan selama 13 hari.

Data Carbon Mapper juga mengungkap bahwa terdapat lonjakan emisi metana pada pertengahan 2025 yang sempat menembus lebih dari 12 ton per jam.

TPST Bantargebang only kalah dari TPA Campo de Mayo yang berada di Buenos Aires, Argentina yang menghasilkan 7,6 ton gas metana per jam.

UCLA mengilustrasikan bahwa emisi 5 ton metana per jam setara dengan emisi dari satu juta mobil SUV atau satu pembangkit listik tenaga batu bara berkapasitas 500 megawatt.