Penguburan Dingo Berusia Seribu Tahun: Kisah Cinta dan Penghormatan dari Masyarakat Barkindji

Sebuah penemuan arkeologi baru-baru ini di New South Wales, Australia, mengungkapkan tentang penguburan seekor dingo yang dilakukan oleh leluhur masyarakat Barkindji seribu tahun yang lalu. Dalam bahasa Barkindji, dingo disebut sebagai "garli".

Penemuan yang Mengesankan

Arsipolog telah meneliti penguburan tersebut dan menemukan bahwa masyarakat Barkindji pada saat itu mengubur dingo dengan penuh perhatian dan upacara, sama seperti mereka mengubur anggota masyarakat yang dicintai. Mereka juga merawat makam tersebut selama berabad-abad. Penemuan ini menunjukkan bahwa dingo sangat dihargai dan dicintai oleh masyarakat kuno di Australia.

Penemuan Kembali Dingo yang Hilang

Lima tahun yang lalu, Uncle Badger Bates, seorang pemimpin masyarakat Barkindji, dan Dan Witter, arkeolog dari Dinas Taman Nasional dan Margasatwa, menemukan tulang-tulang yang tererosi dari sebuah jalan di Taman Nasional Kinchega, sebuah area di sepanjang Sungai Darling, Australia Barat. Badger mengenali tulang-tulang tersebut sebagai tulang dingo, yang terbaring di sisi kiri dalam sebuah gundukan yang terbuat dari kerang sungai yang terbangun dengan hati-hati.