Misteri Hajar Aswad: Benarkah Meteorit atau Sekadar Batuan Bumi?
Hajar Aswad, batu suci di Ka'bah, sering dianggap sebagai meteorit. Namun, penelitian menunjukkan kemungkinan bahwa batu ini adalah batu akik atau obsidian.
Apa itu Hajar Aswad?
Hajar Aswad merupakan batu yang menempel di Ka'bah dan disucikan oleh umat muslim di dunia. Batu ini memiliki diameter 30 sentimeter dan berada 1,5 meter dari permukaan tanah. Pada awalnya, batu ini utuh, tetapi sekarang potongan-potongannya disatukan oleh bingkai perak yang diikat pada sebuah batu.
Teori Hajar Aswad sebagai Meteorit
Teori bahwa Hajar Aswad adalah sebuah meteorit berasal dari sejarawan sekuler. Banyak ahli geologi di seluruh dunia mencoba memastikan jenis dan sifat Hajar Aswad, tetapi tidak menemukan hasil akhir karena batasan budaya dan agama.
Sifat Ilmiah Hajar Aswad
Sifat ilmiah Hajar Aswad telah banyak diperdebatkan. Batu itu disebut sebagai batu basal, batu akik, sepotong batuan alam, atau yang paling populer, yaitu meteorit berbatu. Anthony Hampton dan tim ahli geologi dari Universitas Oxford mempelajari sampel lokal yang dikumpulkan dari emplasemen batu dan menemukan sejumlah iridium dan banyak pecahan kerucut.
Penelitian Terkini
Penelitian lain yang dilakukan oleh United States Geological Survey mengatakan Hajar Aswad mungkin adalah obsidian dari aliran lava yang umum di salah satu Harrat (ladang vulkanik) yang ditemukan pesisir Arab bagian barat. Sementara itu, peneliti Robert S Dietz dan John McHone dari Departemen Geology di Universitas Ilinois, Amerika Serikat, mengatakan bahwa Hajar Aswad bukan berasal dari batuan meteorit, tetapi merupakan batu akik yang merupakan salah satu mineral yang terbentuk di dalam bumi.
"Batu Hitam Ka'bah rupanya bukan meteorit, meskipun terdaftar sebagai contoh yang mungkin dalam Katalog Meteoritas Prior-Hey. Pita difusi dan kenampakan fisik lainnya menunjukkan bahwa itu adalah batu akik," kata Robert S Dietz.