Ilmuwan Mampu Mempelajari Dampak Mikrogravitasi pada Pengembangan Obat Berkat NASA
NASA telah memungkinkan ilmuwan untuk mempelajari dampak mikrogravitasi pada pengembangan obat selama beberapa dekade, dimulai dengan Pesawat Ulang-Alik. Pekerjaan ini dipercepat pada 2010-an, dengan penyelesaian Stasiun Luar Angkasa Internasional dan anggota kru penuh waktu yang dikhususkan untuk penelitian ilmiah.
Keberhasilan dalam Pengembangan Obat
Telah ada beberapa keberhasilan yang cukup mencolok selama rentang waktu ini, seperti kemampuan untuk menumbuhkan bentuk kristal yang lebih seragam dari obat kanker Keytruda pada 2019. Ini membuka kemungkinan untuk mengadministrasi obat melalui suntikan, bukan memerlukan pasien untuk menghabiskan berjam-jam di klinik untuk menerima obat secara intravena.
NASA mensubsidi sebagian besar pekerjaan ini, biasanya membayar biaya yang cukup besar untuk mengangkut penelitian ke ISS dan untuk waktu astronaut untuk melakukan penelitian di sana. Namun, ada beberapa kompromi, seperti waktu tunggu yang lama untuk mendapatkan penelitian ke luar angkasa. Meskipun demikian, telah menjadi jelas bahwa ada beberapa aplikasi komersial yang mungkin untuk membuat obat di luar angkasa.