Wabah Ebola di Kongo dan Uganda: Penyebaran Cepat dan Luas
Wabah Ebola yang pertama kali dilaporkan di Republik Demokratik Kongo pada hari Jumat tampaknya telah meningkat dengan cepat menjadi wabah besar yang tidak terkendali di beberapa negara.
Data Terbaru
Hingga tanggal 17 Mei, terdapat 10 kasus Ebola yang terkonfirmasi, 336 kasus yang dicurigai, dan 88 kematian di Kongo, serta dua kasus yang terkonfirmasi dan satu kematian di Uganda tetangga, menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, yang memiliki kantor di wilayah tersebut. Jumlah ini sudah membuat wabah Ebola ini termasuk dalam 10 wabah terbesar yang pernah tercatat, meskipun masih jauh dari wabah terburuk, yaitu wabah Ebola di Afrika Barat pada tahun 2014-2016 yang memiliki lebih dari 28.000 kasus dan 11.000 kematian.
Darurat Kesehatan Internasional
Pada hari Minggu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola ini sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional (PHEIC), meskipun tidak memenuhi kriteria untuk darurat pandemik. Dalam menentukan PHEIC, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan beberapa faktor tambahan, termasuk klaster kasus yang dicurigai dan kematian di beberapa zona kesehatan Kongo, empat kematian di antara pekerja kesehatan, dan tidak adanya hubungan yang jelas antara kasus dan klaster yang berjarak geografis. Fitur-fitur ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa wabah Ebola ini lebih besar dari yang saat ini terdeteksi dan sedang menyebar secara regional.