Balap F1 di Red Bull Ring, Austria
Formula 1 baru saja digelar di Red Bull Ring, Austria, saat wilayah tersebut dilanda panas ekstrem. Ini adalah akhir pekan yang tidak sesuai harapan: Setelah performa yang kuat di Barcelona, para pengamat siap menyatakan Ferrari sebagai kontender gelar yang sebenarnya. Namun, Red Bull dan Max Verstappen menunjukkan kembali kekuatan mereka dan menjadi tantangan serius bagi dominasi Mercedes.
Sejarah Sirkuit Red Bull Ring
Sirkuit asli Östereichring adalah sesuatu yang spektakuler, dengan gradient curam, lintasan lurus panjang, dan tikungan kecepatan tinggi, dikelilingi oleh pemandangan pegunungan Styria. Namun, para desainer sirkuit pada akhir 1960-an tidak memperhatikan fitur keamanan, dan sudut-sudutnya sebagian besar dilapisi dengan pagar Armco. Olahraga ini berhenti balapan di sana setelah Grand Prix 1987, karena dianggap terlalu berbahaya untuk kecepatan mobil F1 pada saat itu.
Sirkuit ini dibangun kembali di pertengahan 1990-an, kehilangan sekitar satu mil (1,6 km) panjang dan sebagian besar karakter aslinya, tetapi mendapatkan fitur seperti gravel trap dan area run-off di tikungan, membuat tempat itu menjadi lebih aman. Red Bull Ring terlihat dramatis, tetapi Anda bisa melihat footage dalam mobil dari trek lama pada 1987 dengan mengklik tautan YouTube.
Formula 1 kembali ke sirkuit yang baru dinamai A1-Ring dari 1997 hingga 2003, kemudian pindah ke tempat lain. Co-pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, membeli sirkuit tersebut pada tahun berikutnya, yang juga merupakan tahun ia membeli tim F1 Jaguar dari Ford dan mengganti namanya menjadi Red Bull Racing. Mateschitz dan Red Bull merenovasi sirkuit lagi, membawa fasilitasnya sesuai dengan standar F1 abad ke-21, dan olahraga ini kembali pada 2014.
Rekor Lap Tercepat
Red Bull Ring bukanlah sirkuit dengan lap terpendek dalam hal jarak, tetapi memiliki lap tercepat: Valtteri Bottas mencetak waktu 1:02.939 dalam sesi kualifikasi Grand Prix Austria 2020.