Balap F1 Kembali ke Sirkuit Rumah

Formula 1 kembali ke sirkuit yang menjadi "rumah" bagi sebagian besar tim di grid pada akhir pekan lalu dengan Grand Prix Inggris. Musim ini, kita lagi-lagi menyaksikan mobil tercepat tidak memenangkan balapan, karena masalah keandalan. Namun, balap memberikan dan balap juga mengambil, dan penerima manfaat dari keberuntungan buruk seorang pembalap adalah pembalap lain yang sangat membutuhkan kemenangan itu.

Kisah yang Lebih Besar

Mungkin kisah yang lebih besar adalah harapan yang tidak terpenuhi bahwa kita akan melihat restart balapan di akhir setelah mobil keselamatan keluar pada lap 48 dari 52. Pesan di layar memberitahu komentator dan penonton bahwa ini akan terjadi, tetapi pesan itu ditampilkan secara salah, dan apa yang awalnya menjadi balapan yang menyenangkan berakhir sebagai sesuatu yang kurang menarik.

Sirkuit Silverstone

Silverstone, seperti banyak sirkuit balap di Inggris, dulunya adalah pangkalan udara pada Perang Dunia II sebelum diubah menjadi sirkuit balap, yang berarti sirkuit ini cukup datar dan bisa sangat berangin. Sirkuit ini juga cukup cepat bahkan dengan tata letak saat ini (yang diubah pada 2010), dengan tikungan yang merupakan salah satu tempat terbaik di dunia untuk menonton mobil F1 berubah arah. Ada kekhawatiran bahwa mobil baru akan kehabisan energi di sepanjang trek, dan pada sesi kualifikasi, mobil-mobil dibatasi untuk hanya merecovery dan menerapkan 6,5 MJ per lap, dibandingkan dengan 8 MJ per lap yang diizinkan pada sprint dan balapan utama.

Batas Energi yang Tepat - Batas energi pada kualifikasi ternyata cukup tepat, tidak seperti di Suzuka, Jepang, di mana kita menyaksikan pemandangan yang cukup memalukan dengan mobil yang melambat sebelum tikungan 130R, pembalap pada kualifikasi terlihat berada di batas maksimal melalui tikungan seperti Copse, Maggotts, dan Becketts.