Formula 1 di Spanyol: Strategi Pit Stop yang Menentukan
Pejabat Formula 1 baru saja berlangsung di Spanyol, yaitu di sirkuit Barcelona-Catalunya. Sirkuit ini termasuk salah satu trek balap yang dirancang khusus untuk F1, dengan sejumlah tikungan cepat dan permukaan trek yang lebih abrasif dari biasanya. Itu berarti downforce menjadi kunci dalam balapan tersebut.
Downforce dan Manajemen Energi
Catalunya selalu memerlukan aerodinamika yang baik, tetapi sekarang lebih penting lagi. Semakin cepat Anda melewati tikungan, semakin sedikit energi yang harus ditambahkan pada lurusan berikutnya, dan manajemen energi sekarang menjadi sangat penting di F1, sama seperti di Le Mans, Formula E, atau bahkan IndyCar. Dan semakin banyak downforce yang Anda miliki, semakin sedikit mobil akan selip, dan semakin sedikit mobil selip, semakin sedikit ban yang akan rusak.
Keausan ban yang tinggi membuat strategi pit stop menjadi sangat penting. Sampai saat ini, semua balapan di musim ini hanya memerlukan satu kali pit stop, karena para pembalap harus melakukan perubahan ban yang diwajibkan dari satu jenis ke jenis lainnya. Namun, 66 lap di Catalunya memerlukan setidaknya tiga set ban Pirelli untuk mencapai garis finish. Bahkan mungkin empat set. Ketika ban aus, kecepatannya menurun, sekitar 0,2-0,3 detik per lap. Dan salah satu cara untuk memanfaatkan keausan ban ini adalah dengan melakukan undercut - masuk pit lebih awal, mengganti ban dengan yang baru, dan memanfaatkan keunggulan ban tersebut untuk mengalahkan lawan.
Strategi Pit Stop yang Tepat
Membagi balapan menjadi empat stint berarti satu pit stop tambahan, dan memerlukan sekitar 22 detik untuk melewati jalur pit, berhenti di box, dan keluar lagi dari jalur pit, asalkan penggantian ban dapat dilakukan dalam waktu kurang dari tiga detik. Namun, karena setiap set ban hanya diperlukan untuk beberapa lap, maka dapat bekerja lebih keras untuk mengimbangi 22 detik kehilangan waktu di pit stop dan lebih banyak lagi.