Simulator Pengemudi di Formula 1: Teknologi Canggih dengan Biaya Multijuta Dolar

Di abad ke-21, Formula 1 telah mengalami perubahan besar dengan mengadopsi simulator pengemudi (driver-in-the-loop). Hal ini dimulai pada awal 2000-an, kemungkinan besar di McLaren, atau mungkin di Toyota atau Ferrari. Namun, tim-tim F1 terkenal sangat tertutup tentang keunggulan performa mereka.

Perkembangan Simulator

Seiring waktu, simulator ini menjadi semakin canggih, tetapi simulator konsumen tingkat tinggi seperti setup multi-sumbu yang berharga puluhan ribu dolar juga telah berkembang. Lalu, apa yang membuat simulator multijuta dolar yang digunakan di F1 begitu mahal dan lebih baik untuk tugas tersebut?

Salah satu faktor yang membedakan adalah latensi. "Ada hubungan yang sangat erat antara input yang diberikan oleh pengemudi kepada mobil, cara mobil merespons, dan kemudian pengemudi langsung merasakannya dan bereaksi terhadapnya. Ini adalah lingkaran tertutup yang sangat dinamis yang melibatkan pengemudi dan mobil," menjelaskan Ash Warne, pendiri dan CTO dari Dynisma Motion Generators, sebuah perusahaan simulator berbasis di UK yang memasok Ferrari, Alpine, dan segera Cadillac dengan simulator DiL yang dapat menghabiskan biaya hingga $10 juta.