Ilmu Pengetahuan Bumi: Erosi dan Perubahan Iklim

Sejak awal tahun 1980-an, ilmuwan Bumi telah memahami bahwa erosi dan pelapukan batuan secara perlahan menghilangkan CO2 dari atmosfer, sehingga mengatur iklim Bumi pada skala waktu geologi. Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwa erosi juga dapat melepaskan CO2 dengan mengoksidasi karbon organik yang terkandung dalam sedimen yang terkikis.

Persaingan Antara Penghapusan dan Pelepasan CO2

Belum jelas bagaimana persaingan antara penghapusan oleh pelapukan batuan dan pelepasan oleh pelapukan karbon organik memengaruhi iklim Bumi. Penelitian baru dalam jurnal Nature Communications menggunakan masa lalu geologi untuk menguji bagaimana efek-efek yang bersaing ini menjumlahkan.

Doktor Madeleine Stow dari Universitas Oxford, bersama rekan-rekannya dari seluruh Inggris dan Perancis, memeriksa sebuah episode pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas vulkanik yang terjadi pada awal periode Jura, 183 juta tahun yang lalu, yang dikenal sebagai "Peristiwa Anoksia Samudra Toarcian".

Hasil Penelitian

Mereka menemukan bahwa karbon organik yang terkikis memperkuat pemanasan iklim pada saat itu, menunjukkan bahwa proses yang sama mungkin berlaku untuk perubahan iklim modern. Namun, seberapa besar pengalaman masa lalu dapat digunakan sebagai acuan untuk masa depan masih belum tentu.