Teleskop Luar Angkasa Webb Menangkap Galaksi Paling Primitif di Alam Semesta

Astronom telah mencari jejak generasi pertama bintang di alam semesta selama beberapa dekade melalui teleskop seperti Hubble. Namun, galaksi kecil yang merupakan bangunan blok alam semesta yang kita kenal hari ini terlalu redup untuk dideteksi, bahkan oleh instrumen paling kuat.

Sekarang, para astronom akhirnya memiliki dua hal di pihak mereka: Teleskop Luar Angkasa Webb dan sedikit keberuntungan. Dalam sebuah makalah terbaru di Nature, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Kimihiko Nakajima, seorang astronom di Universitas Kanazawa, Jepang, menggunakan Teleskop Luar Angkasa Webb untuk mengamati galaksi ultra-redup yang disebut LAP1-B sebagaimana adanya sekitar 800 juta tahun setelah Big Bang.

Kaca Pembesar Alam Semesta

LAP1-B terletak 13 miliar tahun cahaya dari Bumi. Untuk mengamati objek yang sedemikian redup dan jauh, bahkan cermin berlapis emas yang besar dari JWST tidak cukup. Galaksi ini dapat terdeteksi karena adanya sebuah klaster galaksi besar yang disebut MACS J046, yang memengaruhi ruang-waktu antara kita dan LAP1-B.

LAP1-B adalah galaksi paling primitif yang pernah kita lihat, menawarkan wawasan tentang bagaimana alam semesta terbentuk dan berevolusi.