Insiden Ledakan Roket Antariksa

Seorang insinyur NASA mantan, John Muratore, duduk di konsol sebagai direktur peluncuran pada awal September 2016 saat propelan dipompa ke roket Falcon 9 di Florida. Sebelum peluncuran yang direncanakan dua hari kemudian, SpaceX sedang mempersiapkan uji api statis roket tersebut.

Ledakan yang Tidak Terduga

Tiba-tiba, roket tersebut meledak. "Itu datang tanpa peringatan, dan sangat dahsyat," kata Muratore. Ledakan bola api tersebut menghancurkan roket, sebagian besar lokasi peluncuran, dan satelit AMOS-6 yang sudah terpasang di kendaraan.

Hampir satu dekade kemudian, pada 28 Mei, Blue Origin melakukan uji api statis roket baru, dengan kendaraan New Glenn yang lebih besar beberapa mil di sepanjang pantai Florida. Perusahaan tersebut telah lebih jauh dalam pengujian, mencapai penyalaan mesin, sebelum roketnya juga meledak. Insiden ini menunjukkan bahwa masih banyak risiko dan tantangan dalam pengembangan roket antariksa.