Penyerang Berbahasa Rusia Menembus Sistem Keamanan Fortinet
Para peneliti keamanan telah menemukan sebuah pelanggaran keamanan besar-besaran pada sistem firewall Fortinet yang memberikan akses hampir tanpa batasan kepada penyerang berbahasa Rusia ke beberapa organisasi terbesar dan paling kuat di dunia.
Beberapa contoh organisasi yang terkena dampak adalah Oracle, Chevron, Lenovo, Federal Express, kontraktor pertahanan NATO, dan Fortinet itu sendiri. Menurut Bob Diachenko, seorang peneliti keamanan dan kepala SecurityDiscovery.com, hampir 74.000 perangkat Fortinet dari lebih dari 21.000 alamat IP di 194 negara telah dikompromikan dan kredensial teks jelasnya telah dibocorkan secara online.
Data yang Dibocorkan
Data yang dibocorkan tidak hanya terbatas pada kredensial teks jelas, tetapi juga mencakup informasi tentang industri, pendapatan, dan jumlah karyawan untuk setiap organisasi yang terkena dampak. Diachenko menemukan data ini setelah mendapatkan akses ke server komando dan kontrol penyerang serta infrastruktur lainnya.
Skala yang Luas, Keamanan yang Buruk
Peneliti independen Kevin Beaumont melaporkan bahwa "hampir semua" perangkat yang dikompromikan masih online hingga Rabu pagi. Ia juga mengkonfirmasi bahwa kredensial yang dibocorkan adalah nyata dan masih aktif. Dalam banyak kasus, setelah penyerang mengompromikan perangkat, mereka kemudian mengakses sistem autentikasi terpusat organisasi yang terkena dampak, seperti server Radius dan Microsoft Active Directory.
Jumlah perangkat yang dikompromikan ini mencakup sekitar setengah dari semua firewall Fortinet yang menghadap internet, berdasarkan polling dari Shodan.