Pernah bayangin ngobrol di grup chat bareng teman-teman, tapi salah satunya adalah kecerdasan buatan alias AI? Nah, kenalan nih sama Shapes, sebuah aplikasi baru yang bikin manusia dan karakter AI bisa ngumpul bareng di obrolan grup! Aplikasi ini baru aja muncul dari "persembunyian" dan langsung dapet suntikan dana awal sebesar $8 juta (sekitar Rp120 miliar lebih!). Bayangin aja Discord, tapi ada karakter AI yang ikut nimbrung bareng kita.
Shapes didirikan pada tahun 2022 dan sekarang udah punya lebih dari 400.000 pengguna aktif tiap bulannya. Pendirinya, Anushk Mittal dan Noorie Dhingra, percaya banget kalau Shapes bisa jadi solusi buat masalah yang disebut "AI Psychosis". Ini tuh kondisi di mana seseorang bisa jadi ilusi atau paranoia karena terlalu sering dan lama interaksi sendirian sama chatbot atau teman AI.
Nah, alih-alih bikin orang makin terisolasi dengan ngobrol satu lawan satu sama AI, Shapes malah ngajak kita buat terhubung sama AI dalam interaksi sehari-hari bareng orang-orang beneran. Jadi, AI-nya ikutan nongkrong di grup chat kita!
CEO Shapes, Mittal, bilang gini, "Sekarang ini, semua obrolan kita sama AI itu sifatnya personal dan satu lawan satu. Padahal, manusia nggak gitu cara kolaborasi dan komunikasinya. Hidup kita itu adanya di obrolan grup! Di sanalah kita paling banyak menghabiskan waktu, di situlah kita ngobrol dan komunikasi. Jadi, wajar banget kalau AI kita ajak masuk ke percakapan grup yang sama, di mana AI punya semua konteks dan siap bantu kita."
Gimana Sih Cara Kerja Shapes?
Di aplikasi Shapes, karakter AI yang disebut "Shapes" ini terlihat dan berinteraksi kayak pengguna lain aja. Mereka jelas dikasih label "Shapes" biar transparan, tapi nggak ada batasan interaksi mereka. Asyiknya, pengguna juga bisa bikin karakter Shapes mereka sendiri dan ngatur kepribadiannya lho!
Perusahaan bilang kalau udah ada tiga juta karakter Shapes yang dibuat pengguna buat gabung di berbagai grup chat. Banyak banget Shapes yang dibuat berdasarkan fandom atau komunitas tertentu. Ini jadi cara seru buat para penggemar mendalami subkultur dan ketemu sama penggemar lain yang punya minat sama.
Saat kita ngobrol sama Shapes, kita bisa berharap dapat respons yang relevan dan juga berguna. Shapes ini bahkan bisa mulai percakapan duluan dan punya peran penting buat menjaga obrolan tetap hidup dan nggak garing.
Apa Aja Kelebihan Shapes?
Salah satu keunggulan utama Shapes adalah kemampuan AI-nya buat memulai percakapan dan bikin obrolan jadi hidup. Ini ngatasi banget masalah umum di grup chat, di mana kadang nggak ada yang mau jadi orang pertama yang ngirim pesan. Semua jadi 'silent reader' kan?
Selain itu, dengan adanya Shapes, kita juga nggak perlu khawatir pesan kita nggak dibalas. Karena karakter AI ini akan selalu merespons dan mengakui pesan kita. Dijamin nggak dicuekin deh!
Perusahaan sadar kok kalau nggak semua orang mau ngajak AI masuk ke obrolan grup mereka. Makanya, aplikasi ini dirancang khusus buat jenis pengguna online tertentu.
Mittal menjelaskan, "Shapes ini intinya tentang percakapan antar manusia. Lebih mirip aplikasi chat generasi baru daripada cuma aplikasi AI biasa. Target demografinya adalah orang-orang yang 'obsesif online', yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka buat terhubung dan berbagi di internet. Nah, merekalah pengguna yang datang ke sini dan mereka punya kesempatan buat 'terobsesi' sama minat mereka, dan AI bertindak sebagai fasilitator dalam percakapan itu."
Pertumbuhan Shapes sejauh ini didorong oleh promosi dari mulut ke mulut, kata Mittal. Aplikasi ini bahkan udah ngelihat peningkatan pengguna sampai enam kali lipat sejak awal tahun. Ribuan pengguna juga dilaporkan menghabiskan dua hingga empat jam di aplikasi ini setiap harinya. Gila, betah banget!
Dengan suntikan dana baru ini, Shapes berencana buat mempercepat pengembangan fitur dan juga menarik lebih banyak pengguna. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Lightspeed, dengan partisipasi dari AI Capital Partners, AI Grant, dan beberapa investor individu (angel investor).