Misi Penyelamatan Teleskop Swift NASA Berakhir Gagal: Satelit Link Menyerah!
Kabar kurang mengenakkan datang dari dunia antariksa. NASA dan Katalyst Space Technologies baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akhirnya menyerah pada misi penyelamatan robotik untuk teleskop Swift gamma-ray. Jadi, rencana ambisius untuk mencegah teleskop tersebut jatuh dari orbitnya kini resmi dibatalkan.
Mengenal Satelit Link: Pahlawan yang Gagal Menyelamatkan
Satelit penyelamat ini punya nama keren: Link. Diluncurkan tanggal 3 Juli lalu, Link punya misi super penting. Ia seharusnya terbang mendekati Observatorium Swift Neil Gehrels NASA, lalu 'menangkapnya' dengan tiga lengan robot. Setelah itu, Link akan mendorong Swift ke orbit yang lebih tinggi dan aman, supaya nggak sampai jatuh kembali ke Bumi.
Bayangkan saja, ukuran satelit Link ini kira-kira sebesar kulkas rumah tangga! Dilengkapi dengan dua panel surya untuk menghasilkan energi dan tiga pendorong elektrik yang ditenagai gas xenon, Link dirancang untuk bisa mendorong Swift ke ketinggian yang lebih jauh dan aman di luar angkasa.
Kenapa Misi Link Gagal Total?
Menurut Katalyst, startup yang memimpin upaya penyelamatan Swift ini, masalah utamanya adalah 'masalah kontrol sikap yang berkelanjutan' (ongoing attitude control issues). Intinya, ada kendala pada sistem yang mengatur posisi dan orientasi satelit Link di luar angkasa, sehingga mencegahnya menyelesaikan misi penangkapannya. Sayangnya, masalah ini bikin Link nggak bisa bergerak persis sesuai rencana awal.
Meskipun Gagal Menyelamatkan, Link Masih Punya 'Tugas Lain'
Meski misi utamanya gagal, satelit Link sendiri masih berfungsi kok! Katalyst menyatakan akan memaksimalkan sisa kapasitas Link yang ada. Rencananya, Link mungkin masih bisa terbang cukup dekat dengan Swift. Tujuannya bukan lagi menyelamatkan, melainkan untuk mendemonstrasikan sistem navigasi jarak dekat satelit tersebut. Jadi, ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari Link, meskipun bukan seperti yang diharapkan di awal.