Arkeolog Menemukan Korban Erupsi Gunung Vesuvius yang Mungkin Seorang Dokter Romawi
Para arkeolog menggunakan kombinasi pemindaian CT canggih dan rekonstruksi digital 3D untuk mengidentifikasi salah satu korban erupsi Gunung Vesuvius pada tahun 79 CE sebagai dokter Romawi, menurut pengumuman dari Taman Arkeologi Pompeii.
Erupsi Gunung Vesuvius yang Menghancurkan Kota
Erupsi Gunung Vesuvius melepaskan energi termal sebesar 100.000 kali lipat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II, menyemburkan batuan lelehan, pumis, dan abu panas ke kota Pompeii dan Herculaneum. Sebagian besar penduduk Pompeii dan Herculaneum meninggal karena asfiksia, sesak napas akibat awan gas dan abu beracun yang tebal. Namun, beberapa korban mungkin meninggal secara instan karena panas intens dari aliran lava yang bergerak cepat, dengan suhu yang cukup tinggi untuk merebus otak dan meledakkan tengkorak.
Penemuan dan Restorasi Korban
Di abad ke-19, seorang arkeolog bernama Giuseppe Fiorelli menemukan cara membuat cetakan dari tubuh-tubuh yang terjebak dengan menuangkan plaster cair ke dalam ruang kosong di mana jaringan lunak telah berada. Sekitar 1.000 tubuh telah ditemukan di reruntuhan, dan 104 cetakan plaster telah dipreservasi. Upaya restorasi pada 86 cetakan tersebut dimulai sekitar 10 tahun yang lalu, di mana para peneliti melakukan pemindaian CT dan sinar-X untuk menentukan apakah kerangka yang lengkap ada. Penemuan ini membantu para arkeolog untuk lebih memahami kehidupan dan kondisi penduduk Pompeii sebelum erupsi Gunung Vesuvius.