Waspadai Cuaca Ekstrem: Potensi Awan Cumulonimbus di Berbagai Daerah Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengungkap potensi pembentukan awan Cumulonimbus (CB) di beberapa wilayah Indonesia pada periode 30 April hingga 6 Mei 2026.
Awan Cumulonimbus merupakan awan yang berpotensi menghasilkan hujan lebat, kilat atau petir, angin kencang (downburst), hingga puting beliung.
Wilayah yang Berpotensi Diselimuti Awan Cumulonimbus
Beberapa wilayah yang berpotensi diselimuti awan cumulonimbus dengan cakupan hingga 75 persen di antaranya adalah:
- Aceh
- Bali
- Banten
- DKI Jakarta
- Bengkulu
- Jambi
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Timur
- Papua Barat
Pembentukan Awan CB dan Dampaknya
Pembentukan Awan CB melibatkan mekanisme yang kompleks, salah satunya adalah pergerakan vertikal serta kemungkinan proses pembentukan es.
Perbedaan muatan listrik di dalam sistem pembentukan Awan Cumulonimbus pun dapat menyebabkan terjadinya kilatan petir.
Awan Cumulonimbus kerap kali diasosiasikan dengan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat dan dapat disertai kilatan petir dan angin kencang, bahkan puting beliung dan hujan es.
Imbauan Kepada Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terkait potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi pada saat memasuki musim hujan.
Akan tetapi, fenomena awan CB adalah sesuatu yang normal, sehingga warga tidak perlu takut dan khawatir, namun tetap waspada.
Daftar Lengkap Wilayah yang Berpotensi Diselimuti Awan Cumulonimbus
Berikut adalah daftar lengkap wilayah yang masuk berpotensi diselimuti awan cumulonimbus dengan cakupan 50-75 persen:
- Aceh
- Bali
- Banten
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Gorontalo
- Jambi
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kepulauan Bangka Belitung
- Kepulauan Riau
- Lampung
- Laut Arafuru bagian Utara
- Laut Arafuru bagian barat
- Laut Arafuru bagian tengah
- Laut Arafuru bagian timur
- Laut Bali
- Laut Banda
- Laut Flores
- Laut Jawa bagian barat
- Laut Jawa bagian tengah
- Laut Jawa bagian timur
- Laut Maluku
- Laut Natuna Utara
- Laut Seram
- Maluku
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Barat
- Papua
- Papua Barat
- Papua Barat Daya
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
- Papua Tengah
- Riau
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
- Samudra Hindia barat Kep. Nias
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Selat Karimata bagian selatan
- Selat Karimata bagian utara
- Selat Makassar bagian selatan
- Selat Makassar bagian tengah
- Selat Makassar bagian utara
- Selat Malaka bagian tengah
- Selat Malaka bagian utara
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Utara
- Sumatera Barat
- Sumatera Selatan
- Sumatera Utara
- Teluk Bone