Misteri Memori di Otak Kita: Kenapa Ingatan Bisa Awet Padahal "Hardware" Berubah?

Selama ini, kita percaya kalau memori itu disimpan di otak kita saat koneksi antar neuron jadi makin kuat dan besar setelah kita belajar sesuatu. Nah, koneksi ini yang dianggap jadi 'memori' itu sendiri. Tapi, masalahnya, koneksi-koneksi ini gampang berubah seiring waktu – mereka itu ibarat karet, lentur banget!

"Kalau kamu bandingkan susunan koneksi ini di hari pertama dan hari keempat atau kelima, itu bedanya jauh banget," kata Kazumasa Tanaka, seorang ahli saraf dari Okinawa Institute of Science and Technology Graduate University di Jepang. Jadi, gimana caranya memori kita bisa awet bertahun-tahun, padahal 'perangkat keras' di otak kita ini sering berubah-ubah?

Untuk cari tahu jawaban misteri ini, tim Tanaka di Jepang melakukan eksperimen yang cukup ekstrem. Dalam sebuah studi di jurnal Science, mereka membuat tikus-tikus masuk ke kondisi mirip hibernasi. Akibatnya, lebih dari separuh koneksi antar neuron (sinapsis) di otak tikus-tikus itu 'terhapus' atau berubah drastis. Tapi yang bikin kaget, tikus-tikus itu ternyata tetap mengingat memori-memori mereka!

Bisa Hibernasi Kapan Saja?

Hibernasi memang identik sama tupai, hamster, atau beruang. Tapi, ternyata sirkuit saraf yang memicu hibernasi itu ada di semua mamalia, lho! Termasuk di hewan yang nggak pernah hibernasi di alam liar, kayak tikus.

Juni 2020 lalu, tim peneliti yang dipimpin Takeshi Sakurai (seorang ahli saraf dari University of Tsukuba dan juga rekan kerja Tanaka) berhasil mengembangkan cara buat 'menyalakan' sirkuit hibernasi ini secara buatan. Caranya gampang: mereka cuma perlu mengaktifkan sekumpulan neuron khusus yang dinamakan neuron Q di area hipotalamus otak.