Perubahan Aturan Konten di Meta: Apa yang Terjadi Setelahnya?
Meta melakukan perubahan besar-besaran terhadap aturan konten di platformnya pada tahun lalu. Perusahaan ini mengklaim bahwa upaya mereka dalam mengawasi ucapan telah terlalu jauh dan bahwa mereka akan melembutkan aturan seputar apa yang diizinkan.
Joel Kaplan, kepala urusan global Meta, menulis dalam sebuah posting blog bahwa "Kami telah terlalu berlebihan dalam menerapkan aturan kami, membatasi debat politik yang sah dan menyensor terlalu banyak konten sepele serta menyebabkan banyak orang mengalami tindakan penegakan yang frustrasi."
Penelitian Baru: Dampak Perubahan Aturan Konten
Lebih dari setahun setelah perubahan aturan, penelitian baru dari Pusat Penanggulangan Kebencian Digital (CCDH) menunjukkan dampak langsung dari perubahan tersebut.
Para peneliti menganalisis sekitar 8 juta komentar Facebook dan menemukan bahwa komentar kasar dan rasis yang menargetkan anggota parlemen dari kedua partai, Republik dan Demokrat, bertiga lipat dalam enam bulan setelah aturan baru diterapkan.
Beberapa kategori komentar kasar yang didokumentasikan oleh peneliti bahkan menunjukkan peningkatan yang lebih tajam, dengan ancaman kekerasan dan ujaran kebencian berlipat ganda selama periode yang sama.