ClarityCheck Klaim Privasi, Tapi Jutaan Data Wajah dan Info Kontak Bocor!

Duh, ada kabar kurang enak nih dari aplikasi pencari orang, ClarityCheck. Padahal, kalau kita upload foto di sana, mereka janji tegas: "Pencarian gambar terbalik Anda bersifat pribadi dan aman." Tapi, penelitian terbaru justru mengungkap fakta sebaliknya!

Riset ini menunjukkan bahwa ClarityCheck membiarkan lebih dari 9 juta file gambar, termasuk foto wajah orang-orang, terpampang bebas di internet. Nggak cuma itu, kesalahan konfigurasi lain juga membuat alamat email dan nomor telepon pengguna terekspos ke publik.

Detail Kebocoran Data: Dari Wajah Hingga Info Kontak Bocor!

Menurut temuan dari peneliti keamanan independen Jeremiah Fowler, database ClarityCheck yang bocor ini totalnya sekitar 450 GB. Isinya macem-macem, mulai dari foto profil, screenshot, sampai foto-foto orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak.

Semua gambar ini disimpan di sebuah "bucket" Amazon S3 yang tidak aman. File-file tersebut berada di folder bernama "faces" (wajah) dan "profiles" (profil), dan parahnya, siapa pun bisa mengaksesnya secara online hanya dengan menggunakan URL yang ada di kode website ClarityCheck yang memang bisa diakses publik. Kebayang kan bahayanya?

Apa Sih ClarityCheck Itu?

ClarityCheck ini sebenarnya adalah salah satu dari sekian banyak "aplikasi pencari orang" atau people-finder tools yang mulai banyak bermunculan beberapa tahun terakhir. Website-website seperti ini biasanya mengklaim bisa mencari data dari internet, catatan publik, dan berbagai database lain untuk mengidentifikasi seseorang.

ClarityCheck sendiri di websitenya bilang bisa mencari berdasarkan nomor telepon, alamat email, nomor identifikasi kendaraan (VIN), dan nama. Bahkan, di halaman pencarian fotonya, mereka janji bisa "mengidentifikasi siapa pun di dalam foto" dan menemukan profil media sosialnya "dalam hitungan detik". Klaim yang besar, tapi kenyataan keamanannya justru bikin geleng-geleng kepala.