OpenAI Dituduh Gagal Mencegah Penembakan Massal di Kanada
Sebuah tuduhan besar telah diajukan terhadap OpenAI, perusahaan di balik teknologi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT. Tujuh gugatan hukum yang diajukan di pengadilan California pada hari Rabu mengklaim bahwa OpenAI bisa telah mencegah salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah Kanada.
Tindakan OpenAI yang Kontroversial
Menurut gugatan tersebut, tim keamanan internal OpenAI telah mengidentifikasi ancaman yang potensial dari sebuah akun ChatGPT yang kemudian dikaitkan dengan penembak. Namun, meskipun telah memberikan rekomendasi untuk mengambil tindakan, OpenAI memutuskan untuk tidak melaporkan akun tersebut ke pihak berwajib. Hal ini terjadi lebih dari delapan bulan sebelum penembakan massal tersebut terjadi.
Keputusan yang Kontroversial: OpenAI memilih untuk mengutamakan privasi pengguna dan menghindari potensi stres yang timbul dari pertemuan dengan pihak berwajib, daripada mengambil tindakan untuk mencegah kekerasan. Bahkan, setelah menonaktifkan akun tersebut, OpenAI kemudian memberitahu pengguna bagaimana cara kembali menggunakan ChatGPT dengan mendaftar menggunakan alamat email yang berbeda. Ini memungkinkan pengguna untuk melanjutkan perencanaan mereka.
Gugatan tersebut menuduh OpenAI telah gagal dalam melindungi masyarakat dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah penembakan massal. Tuduhan ini menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab perusahaan teknologi dalam mencegah kekerasan dan melindungi privasi pengguna.