Drone Bertenaga Surya Hilang di Laut Setelah Penerbangan Rekor Selama 8 Hari

Sebuah drone bertenaga surya yang disebut Solar Impulse 2 telah hilang di laut setelah melakukan penerbangan rekor selama 8 hari, dari akhir April hingga awal Mei. Kecelakaan ini juga menandai berakhirnya pesawat Solar Impulse 2 yang telah melakukan penyeberangan Atlantik dan Pasifik pertama di dunia menggunakan tenaga surya, sebelum dijadikan platform uji tanpa awak untuk misi militer AS.

Spesifikasi Drone

Drone ini dapat melakukan penerbangan yang lama karena memiliki sayap dengan lebar 236 kaki (72 meter), yang dilengkapi dengan lebih dari 17.000 sel surya. Sayapnya yang terbuat dari bahan karbon fiber membuatnya sangat ringan dan kuat. Perusahaan Skydweller Aero membeli dan memodifikasi pesawat asli Solar Impulse 2 untuk dijadikan platform uji "penerbangan tanpa awak yang berkelanjutan" dengan kemampuan membawa beban hingga 800 pon (363 kilogram).

Skydweller Aero sedang melakukan uji terbang untuk skenario patroli maritim dengan militer AS, dan perusahaan ini juga memiliki kontrak dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Drone Skydweller digunakan dalam kapasitas tersebut ketika melakukan penerbangan terakhirnya pada pagi hari tanggal 26 April.

Drone ini memiliki kemampuan yang luar biasa, namun sayangnya telah hilang dan tidak dapat digunakan lagi.