Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat baru saja mengesahkan anggaran sementara yang akan memastikan operasional pemerintah AS tetap berjalan hingga awal Desember. Meskipun masih menunggu tanda tangan Presiden Trump, banyak yang memprediksi ia akan segera menyetujuinya untuk menghindari 'government shutdown' atau penutupan pemerintahan tepat sebelum pemilu sela.

Kenapa Harus Anggaran Sementara?

Fenomena anggaran sementara ini sebenarnya sudah jadi 'rutinitas' dalam sistem pemerintahan AS beberapa tahun terakhir. Cukup sulit untuk mendapatkan dukungan politik yang solid guna mengesahkan anggaran penuh setahun ke depan.

Bahkan, perpecahan di kalangan anggota fraksi Republik sendiri di DPR membuat mereka gagal menyepakati anggaran versi mereka. Alhasil, DPR akhirnya mengadopsi rancangan undang-undang (RUU) anggaran yang sebelumnya sudah lolos di Senat.

Kabar Gembira untuk Dunia Sains!

Dan dari sudut pandang para ilmuwan serta pendukungnya, keputusan DPR mengadopsi RUU Senat itu adalah hal yang sangat positif!

Pasalnya, RUU anggaran dari Senat, yang disahkan awal Agustus lalu, berisi ketentuan yang menghalangi Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) untuk menerapkan aturan baru. Aturan baru ini, jika jadi, akan memberikan kendali penuh kepada para politisi tentang riset ilmiah apa yang boleh didanai, dan bahkan memungkinkan mereka membatalkan hibah kapan saja.

Usulan aturan tersebut sudah dikecam secara luas sebagai 'bencana' bagi ilmu pengetahuan dan menghadapi penolakan keras dari berbagai organisasi sains dan kesehatan.