Dunia antariksa lagi heboh! Nggak cuma Amerika Serikat, tapi Tiongkok juga makin menunjukkan taringnya dalam teknologi roket. Udah lebih dari sebulan yang lalu, Tiongkok berhasil mendaratkan kembali pendorong roket kelas orbit untuk pertama kalinya. Dan yang lebih keren lagi, minggu ini operator peluncuran kedua di Tiongkok sukses melakukan hal serupa!

Ini jelas jadi sinyal kuat bahwa kemampuan peluncuran roket Tiongkok makin maju pesat.

Perbandingan dengan Amerika Serikat

Kalau kita bandingkan dengan Amerika Serikat, butuh waktu sekitar 10 tahun lho bagi perusahaan peluncuran kedua AS, yaitu Blue Origin, untuk bisa mendaratkan pendorong roket kelas orbit secara propulsif. Itu setelah SpaceX lebih dulu melakukannya dengan roket Falcon 9 mereka di tahun 2015.

SpaceX sendiri sekarang udah punya roket yang bisa dipakai ulang lainnya, yaitu Starship dengan pendorong Super Heavy-nya. Nah, mungkin aja nanti ada perusahaan Amerika ketiga yang bakal gabung ke klub SpaceX dan Blue Origin di tahun 2027.

Siapa Saja yang Ikut Berebut Teknologi Roket Reusable?

Beberapa perusahaan seperti Rocket Lab, Stoke Space, Relativity Space, dan Firefly Aerospace (yang bekerja sama dengan Northrop Grumman) lagi sibuk banget mengembangkan roket yang bisa dipakai ulang. Diprediksi, penerbangan pertama mereka bisa terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Lalu, Bagaimana dengan Tiongkok?

Di Tiongkok, jumlah perusahaan yang lagi garap roket yang bisa dipakai ulang ini juga nggak kalah banyak, mirip-mirip sama di AS. Ada yang beroperasi di bawah payung perusahaan milik negara yang besar, China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Tapi, ada juga yang sifatnya lebih komersial, didukung penuh oleh investasi modal dari industri swasta.

Ini menunjukkan persaingan ketat dan inovasi yang luar biasa di sektor antariksa global!