Misteri Bawah Tanah Terungkap: Para Ilmuwan Gunakan Gempa Petir untuk Memetakan Inti Bumi!
Kebanyakan yang kita tahu tentang bagian dalam Bumi datang dari pengamatan gelombang seismik. Bayangkan gelombang ini seperti suara yang merambat lewat batuan. Kecepatannya bisa beda-beda, tergantung jenis batuannya. Apakah batuan itu padat, semi-leleh, ada kandungan airnya, retak-retak atau utuh.
Dengan mengumpulkan data dari banyak peristiwa seismik, kita bisa mulai menyusun gambaran tentang apa yang ada di kedalaman berbeda di bawah permukaan Bumi. Ini seperti membuat "foto" struktur bawah tanah kita.
Bagaimana Kita Mendapatkan Gelombang Seismik?
Biasanya, kita mendapatkan data ini dari kejadian alami seperti gempa bumi. Tapi kadang, kita sengaja membuat gelombang itu pakai bahan peledak. Cara ini memungkinkan kita memetakan area tertentu tanpa harus menunggu gempa.
Nah, sekarang ada opsi menarik yang diusulkan oleh tim ilmuwan dari Penn State: badai petir!
Mengenal "Gempa Petir" (Thunderquakes)
Sebagian energi dari guntur ternyata bisa masuk ke lapisan kerak Bumi bagian atas. Ini memicu apa yang mereka sebut "gempa petir" atau thunderquakes. Kedengarannya seru, kan?
Tapi, ada tantangannya. Sinyal seismik dari gempa petir ini sangat kompleks dan berantakan secara fisik. Makanya, sulit banget buat mendapatkan sinyal yang jelas dan mudah dibaca.
Terobosan dari Penn State
Kabar baiknya, tim dari Penn State bilang mereka akhirnya berhasil membangun sebuah model baru. Model ini bisa membantu memahami kerumitan sinyal tersebut!
Mereka bahkan sudah menggunakannya untuk merekonstruksi atau memetakan ulang kondisi bawah tanah di sekitar kampus mereka sendiri. Ini membuka peluang baru yang menarik untuk meneliti struktur bawah tanah menggunakan fenomena alam yang selama ini mungkin kita abaikan.