Operasi Cyber VECT 2.0 Lebih Berbahaya dari Ransomware

Pemburu ancaman siber memperingatkan bahwa operasi cyber VECT 2.0 lebih berfungsi seperti wiper daripada ransomware karena adanya kesalahan kritis dalam implementasi enkripsinya di berbagai platform seperti Windows, Linux, dan ESXi.

Kesalahan Fatal dalam Enkripsi

Kesalahan ini menyebabkan penghapusan total data secara permanen, sehingga bahkan aktor ancaman sendiri tidak dapat memulihkannya. Faktanya, VECT 2.0 lebih menghancurkan file besar daripada mengenkripsinya, sehingga korban yang memilih untuk membayar tebusanpun tidak dapat memulihkan datanya.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa korban yang terkena serangan siber ini akan kehilangan akses secara permanen ke datanya, bahkan jika mereka memenuhi tuntutan para pelaku. Oleh karena itu, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi data mereka dari serangan siber yang semakin canggih.