`

Krakatau 1883: Telegram Pertama yang Mengguncang Dunia dan Melahirkan Ilmu Vulkanologi Modern

` `

` Bayangkan sebuah hari Senin di tahun 1883. Sebuah telegram tiba di Singapura, isinya bikin geger! Pesan itu datang dari Batavia (sekarang Jakarta), Hindia Belanda, dan bunyinya: "Ledakan dahsyat dari Krakatau (pulau vulkanik)!" Tak lama kemudian, telegram lain menyusul: "Batu-batu berjatuhan. Desa dekat Anjer tersapu ombak." `

` `

` Kabel-kabel telegraf terus "berteriak" membawa kabar jembatan yang hancur, kapal-kapal yang remuk, dan mercusuar yang "lenyap". Sampai Selasa siang, semua orang akhirnya sadar betapa parahnya bencana alam ini. Bunyi telegram kala itu benar-benar menggambarkan kehancuran total: "Di mana dulu Gunung Krakatau berdiri, kini laut yang bermain." `

` `

Dahsyatnya Letusan dan Jumlah Korban

` `

` Dalam hitungan hari, seluruh dunia tahu sumber malapetaka itu. Pada pagi hari tanggal 27 Agustus 1883, sebuah letusan gunung berapi telah menghancurkan dua pulau di selat antara Jawa dan Sumatra, plus sebagian besar dari satu pulau ketiga. Lebih dari 36.000 orang meninggal dunia, dan kebanyakan dari mereka tewas akibat tsunami mengerikan yang melesat dari ledakan kolosal tersebut. `

` `

Krakatau dan Awal Mula Ilmu Vulkanologi Modern

` `

` Berkat teknologi telekomunikasi era Victoria, inilah pertama kalinya dalam sejarah manusia di seluruh dunia bisa mendokumentasikan, hampir secara real-time, dampak langsung maupun jangka panjang dari letusan gunung berapi yang dahsyat. Apa yang mereka pelajari selama beberapa tahun berikutnya menjadi fondasi utama bagi ilmu vulkanologi modern. `

` `

` Kejadian Krakatau ini juga jadi pelajaran penting yang membuka mata tentang bagaimana letusan gunung berapi terbesar bisa memengaruhi iklim global, hasil pertanian, dan bahkan jalannya sejarah manusia itu sendiri. `

`