Atmosfer di Alam Semesta
Sebagian besar gas di alam semesta terdiri dari campuran hidrogen dan helium. Dipercaya bahwa atmosfer awal kebanyakan planet juga dimulai dengan komposisi seperti itu. Namun, selama milyaran tahun, saat planet berevolusi, komposisi atmosfer mereka mungkin berubah. Hidrogen dapat bereaksi dengan bahan kimia lain, dan baik hidrogen maupun helium dapat hilang ke ruang angkasa.
Perubahan Atmosfer Planet
Venus, Bumi, dan Mars diyakini memiliki atmosfer kedua, dengan lapisan hidrogen/helium asli mereka yang telah hilang dan/atau berubah. Dinamika kehilangan atmosfer ini rumit. Unsur-unsur yang lebih ringan lebih mudah hilang, tetapi hidrogen dapat dilindungi dengan dimasukkan ke dalam molekul seperti metana dan amonia. Gravitasi benda langit dapat membantu menjaga beberapa molekul, dan medan magnet dapat membatasi kemampuan radiasi untuk menghancurkan material dari atmosfer. Jarak dari bintang juga akan mempengaruhi, baik karena radiasi yang dihasilkannya maupun karena dapat memanaskan atmosfer dan memperluasnya hingga titik di mana gravitasi kurang berpengaruh.
Pengamatan Atmosfer Exoplanet
Dengan komplikasi seperti itu, bisa sulit untuk mengetahui apa yang diharapkan ditemukan di exoplanet. Namun, sebuah studi yang dipublikasikan di Nature pada hari Rabu ini menjelaskan pengamatan helium yang hilang dari atmosfer exoplanet yang mengorbit bintang LHS 1140, sekitar 50 tahun cahaya jauhnya. Berdasarkan tingkat kehilangan helium, kita dapat menyimpulkan sesuatu tentang atmosfer yang tersisa.
Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang evolusi atmosfer exoplanet dan bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.